| LINGKUP : LOGIKA, SIBERNETIKA, MEDIKA, GENETIKA, BIOLOGI, FISIOLOGI, PSIKOLOGI, AGAMA, SAINS, TEKNOLOGI PENGUASAAN DAN PENGENDALIAN DIRI (C) 1998-2011 — Achmad Firwany LEBIH SETENGAH ABAD SEBAGAI KARNIVORA ATAU FLESHIAN DAN HIDUP DENGAN RACUN Tlh dibuktikan puluhan thn dan sy menjadi saksi hidup atas diri sy sendiri bahwa, org bisa hidup normal, sehat, kuat, kebal, cerdas, tanpa sesayuran dan bebuahan, kecuali ekstraknya. Sejak kekanak dan muda hingga kini dewasa dan tua, sy hanya makan dedangingan, lemak, minyak, minum kopi dan air tonik sbg pengganti air bening, dan merokok, tanpa terjadi penimbunan kolesterol, asam urat, gula, kafein, nikotin, hipertensi, gangguan pd jantung, paru, hati, ginjal, kanker, dll. Kuncinya adalah penguasaan diri sendiri (self control), pikiran atas tubuh (mind over body), tahu kapan butuh, perlu, mau, dan kapan harus berhenti. Jangan makan dan minum bila tak lapar dan tak haus, dan berhenti sblm berlebihan. Segala gangguan dan penyakit krn kekurangan atau kelebihan takaran (over dosis). Jika terjadi juga gangguan, maka lakukan pemulihan sendiri (self healing) ketika isyarat pertama tiba. Hentikan gejala serangan pertama utk selamanya. Secara sepenuhnya sy menguasai diri sy sendiri, bukan diri sy menguasai sy. Logika, aqal dan qalbu sy menguasai dan mengendalikan performa, pikiran dan perasaan (ratio and emotion) sy, bukan sebaliknya, You are the master over your self, anda your body is your slave. ... Kebanyakan org dikuasi oleh diri|nafsu-nya sendiri. Bukan sebaliknya. Dan org spt ini tak akan menang thdp org yg tlh dpt menguasai diri|nafsu-nya sendiri. Krn hanya org yg dpt menguasai diri sendirilah yg dpt menguasai org lain. Be the winner, not the losser. ... CARA BERPIKIR ATAU OTAK KITA MENGATUR APA YANG DITERIMA DAN APA YANG DITOLAK OLEH TUBUH Sains menyatakan bahwa, penerimaan dan penolakan suatu zat oleh tubuh seorg manusia diatur oleh informasi dan basisdata dlm otak yg dibentuk dari cara berpikir. Apakah tubuhnya menerima sesuatu yg berasal dari luar tubuh sbg sesuatu yg bisa diterima (acceptable) dan menyehatkan, atau menolaknya sbg sesuatu ancaman (thread) yg bisa membahayakan kesehatan. Hal ini memungkinkan manusia utk memilih makanan dan minuman apa saja, dan tetap hidup sehat dan kuat, walau seandainya apa yg ia masukkan kedalamn tubuhnya adalah racun yg bisa mematikan. ... KEKEBALAN TUBUH ATAU IMUNITAS SOMATIK Imunitas tubuh (somatic immunity) dibentuk dan dibangun oleh 7 (tujuh) hal: 1. warisan kode genetik (genetic code heredity) atau faktor keturunan (inheritance) 2. kebiasaan (habit) 3. latihan (training) 4. pendidikan (education) 5. lingkungan (environment) 6. pikiran (though) 7. keyakinan (faith) Tiap manusia adalah unik dan spesifik. Dan keunikan dan kekhasan ini membentuk imunitas dirinya. Membuat dia tangguh, dan tampil beda. Penolakan dlm transplantasi organ tubuh adalah krn imunitas diri. Tiap tubuh manusia tahu dan mengenali, ini bagian dariku dan itu bukan bagian dariku! Agar transplantasi berhasil, utk sementara imunitas tubuh hrs dilumpuhkan dan org hrs berada dlm ruang steril anti hama. Imunitas tubuh tiap manusia adalah krn keunikan tiap diri manusia dan adalah sbg bukti keunikan Maha Pencipta. Allaah 'azza wa jalla, Maha Perkasa dan Maha Digjaya adalah krn Dia Maha Esa, Maha Tunggal atau Maha Unik, tak ada sesuatu pun serupa Dia (laysa ka mitsli Hi syay`un). Manusia adalah makhluq paling sempurna (perfect), paling cerdas (intelligent), paling unggul (dominant), paling revolusioner dan paling bertahan dlm survival di Bumi ini. Tp kebanyakan manusia tak mengetahui atau tak menyadari potensi mrk miliki, dan kebanyakan manusia hanya menggunakan sekitar 5 s/d 10 persen dari kapasitas dan potensi mrk miliki, hanya saja krn kebanyakan manusia tak memahami diri mrk sendiri. Sungguh bodoh bila seseorang tak menjadi dirinya sendiri, menguasai dan mengendalikan dirinya, krn jika tidak, maka dia akan hancur, secara pelan tapi pasti. ... ARTIKEL TERKAIT : IMUNITAS SIBERNETIK http://firwany.blogspot.com/2010/10/imunitas-sibernetik.html http://www.facebook.com/pages/Medika-Genetika-Biologi-Fisiologi-Psikologi/181377361902375 VIRUS DAN IMUNITAS KOMPUTER http://firwany.blogspot.com/2010/02/virus-dan-imunitas-komputer.html http://www.facebook.com/notes/komputer-dan-internet/virus-dan-imunitas-komputer/161432010571191 FINE ART ™ — FIRWANY INTERNETWORK ENTERPRISE - ARTICLES ON REFORM AND TRANSFORM _______________________________________________________________ (C) 1998-2011 — Achmad Firwany HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya tulis intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia. Tak sebagian pun dari tulisan, dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, digandakan dan atau diperbanyak: diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedalam bentuk bahasa apapun atau disimpan dalam satu sistem retrieval apapun; dalam bentuk apapun atau dalam cara apapun, mencakup tapi tak terbatas pada cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; untuk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dari pemilik hak atas karya intelektual ini. Untuk non-komersial, duplikasi dan distribusi secara keseluruhan atau sebagian, mohon cantumkan sumber tulisan sebagai acuan. _______________________________________________________________ WEBSITE : http://www.firwany.co.cc LINK : http://firwany.blogspot.com/2011/02/penguasaan-dan-pengendalian-diri.html http://www.facebook.com/pages/Medika-Genetika-Biologi-Fisiologi-Psikologi/181377361902375 FACEBOOK : http://en-gb.facebook.com/people/Achmad-Firwany/100000427899819 TAG : logika, sibernetika, medika, genetika, biologi, fisiologi, psikologi, agama, teologi, teosofi, filosofi, sains, teknologi, logics, cybernetics, medics, genetics, biology, physiology, psychology, religion, theology, theosophy, phylosophy, science, technology |
Kamis, 10 Februari 2011
PENGUASAAN DAN PENGENDALIAN DIRI
Selasa, 25 Januari 2011
REVOLUSI BARU MEMORI KOMPUTER
| REVOLUSI BARU DALAM MEMORI KOMPUTER Selasa, 25 Januari 2011
Jakarta (ANTARA News) - Para peneliti dari Universitas North Carolina telah mengembangkan satu perangkat baru yang menghadirkan kemajuan signifikan pada memori komputer sehingga energi yang dipakai server-server menjadi lebih efisien dan memungkinkan
komputer lebih cepat dihidupkan. Editor: Jafar M Sidik http://www.antaranews.com/berita/243320/revolusi-baru-dalam-memori-komputer |
Senin, 03 Januari 2011
ANTARA HAK DAN KEWAJIBAN
TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB
| LINGKUP : HUKUM, SOSIAL, MANAJEMEN, BISNIS ANTARA HAK DAN KEWAJIBAN — TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB
Sbgmn kita semua ketahui, kebanyakan kita pasti akan menuntut hak kita miliki, tp banyak juga diantara kita lalai akan pemenuhan kewajiban semestinya kita penuhi. Padahal ada hak ada kewajiban, dan itu mesti seimbang. Hak itu ada krn pemenuhan kewajiban. Jika kewajiban itu tak dipenuhi, maka dgn sendirinya hak tsb hilang. Begitu juga dlm pelaksanaan tugas, banyak diantara kita mampu melaksanakannya dgn cukup baik, tp tak banyak diantara kita bisa dan mau bertanggungjawab atas konsekuensi dan resiko tugas diberikan. Padahal ada tugas ada tanggungjawab, dan itu mesti seimbang. Tugas itu diberikan krn dianggap mampu utk bertanggungjawab. Jika pertanggungjawaban itu tak dipenuhi, maka dgn sendirinya berlaku pembebastugasan. Suatu organisasi, utk menjadi kuat hrs dibangun diatas fondasi kuat, dan fondasi itu itu adalah semangat, mental dan disiplin anggota, dgn kesadaran penuh atas hak dan kewajiban serta tugas dan tanggungjawab. . . . Semoga bisa menjadi bahan renungan dan pemikiran, dan bermanfaat utk semua.
|
Minggu, 02 Januari 2011
LOGIKA ARTI-KATA BAHASA
| LINGKUP : BAHASA, LINGUISTIKA, SAINS, MATEMATIKA, INFORMATIKA, FISIKA, ELEKTRONIKA, TEKNOLOGI INFORMASI, TEKNOLOGI KOMUNIKASI, FILSAFAT, AGAMA LOGIKA ARTI-KATA BAHASA (C) 2001-2011 — Achmad Firwany Kita sering terjebak dgn kebiasaan penggunaan kata, istilah, atau ungkapan, seolah segala sesuatu itu berkonotasi selalu baik, padahal tak selalu demikian. Secara bhs, arti umum teladan adalah panutan, contoh, atau misal (similitude, example), dan bisa memiliki arti positiv dan juga negativ, baik atau buruk. Jika disebut teladan saja, maka pd umumnya konotasinya adalah dlm arti positiv. Jadi secara bhs, bisa dinyatakan pasangan kata majemuk, teladan baik dan teladan buruk. Analogi dgn nilai bilangan dlm hitungan, bisa bernilai positiv | plus dan juga negativ | minus. Jika tak diberi tanda (+ atau -), maka berarti bilangan bernilai positiv. . . . Hampir tiap hal netral di alam ini secara normal selalu dinyatakan dlm pasangan (in pair, in mate). Ada positiv ada negativ, ada baik ada buruk. Meski pd dasarnya yg buruk itu sering diabaikan. Analogi dlm kata bhs juga berlaku utk kata "akhirat." Jika tak disebutkan secara tersurat atau eksplisit, maka org mengkonotasikannya dlm konteks baik atau positiv, dan berarti "surga." Padahal akhirat secara tersirat atau implisit mencakup arti, selain surga, juga "neraka" yg mempunyai konteks buruk atau negativ. Secara logika, ada nol (0) ada satu (1), meski pada dasarnya nol itu tak ada, krn berarti nihil, kosong, hampa, atau ketiadaan, tp dia dibutuhkan utk menunjukkan adanya satu. Demikian juga gelap dan terang. Gelap itu adalah ketiadaan cahaya, sedangkan terang adalah keberadaan cahaya sbg energi sekaligus materi. Jadi kegelapan itu tdk ada, yg ada adalah terang. Tp gelap dibutuhkan utk menujukkan adanya terang. Begitu pula dgn dingan dan panas. Dingin itu tdk ada, yg ada adalah panas. Dingin adalah ketiadaan panas sbg energi yg memiliki ukuran kualitas dan kuantitas. Kebaikan dan keburukan adalah pasangan. Secara logika bhs, keburukan bisa diartikan sebagai kebaikan negativ, dan sebaliknya. Bhs selalu berkembang, mengadopsi kata dan beradaptasi dgn lokasi, dan didlm ilmu bhs atau lingusitik, ada cabang ilmu yg dinamakan mantik sharaf bahasa, logika arti-kata bahasa, atau logika semantik linguistik (linguistic semantic logics) yg berkembang sejak Aristoteles, dan hingga kini tetap diajarkan di fakultas sastra universitas, spt di UI misalnya, dan di institut linguistik di seluruh dunia. Dari logika semantik linguistik Aristoteles, kemudian dikembangkan logika simbolik matematik Boole, dan akhirnya ke logika digital elektronik Shannon yg menjadi dasar ilmu komputer dan elektronika digital modern ini. . . . Demikian semoga bisa dipahami dan berguna.
|
UKURAN BENAR—SALAH DAN BAIK—BURUK
| LINGKUP : HUKUM, SOSIAL, MANAJEMEN, BISNIS, FILSAFAT, AGAMA UKURAN BENAR—SALAH DAN BAIK—BURUK : JAZAM UNTUK KONTEKS TELADAN BAIK DAN TELADAN BURUK (C) 2001-2011 — Achmad Firwany Yang dimaksud dengan jazam adalah peraturan, keputusan, kepastian, ketentuan, ketetapan, atau keyakinan teguh, tegas, dan pasti dan tiada keraguan padanya. Jadi tidak berdasarkan pada dugaan atau sangkaan. Dalam konteks ini, jazam dibedakan atas dua pasang, dimana sepasang-berpihak pada kesejatian atau kebenaran, sementara sepasang-lagi berpihak pada kepalsuan atau kekeliruan, dan dimana sepasang-berlandasakan pada dalil, sedangkan sepasang-lagi tak berlandasakan pada dalil. Adapun empat jazam ini adalah:
Krn ini meminjam istilah bhs Arab, penjelasannya adalah sbb. Ma’riyfat (pengenalan, pemahaman, pengertian, pengetahuan, recognition, comprehension, understanding, knowledge) adalah jazam yang mufakat pada haq dan dengan berdasarkan pada dalil. Artinya, tindakan yg benar dan baik, dan beralasan dan berlandaskan pd kebenaran dan kebaikan. Ini adalah jalur diambil oleh para pemimpin baik, sbg pengemudi kendaraan bergerak ke arah benar. Taqlid shahiyh (keikutsertaan benar, right follow) adalah jazam yang mufakat pada haq dan tanpa berdasarkan pada dalil. Artinya, tindakan yg benar dan baik, tp tanpa alasan, melainkan hanya krn ikut kpd yg benar dan baik. Ini adalah jalur diambil oleh para pengikut baik, sbg penumpang kendaraan bergerak ke arah benar. Jahil murakkab (kebodohan beralasan, reasonable stupidity) adalah jazam yang tidak mufakat pada haq dan dengan berdasarkan pada dalil. Artinya, tindakan yg salah dan buruk, dan beralasan dan berlandaskan pd kesalahan dan keburukan. Inbi adalah jalur diambil oleh para pemimpin buruk, sbg pengemudi kendaraan bergerak ke arah salah. Taqlid bathil (keikutsertaan salah, wrong follow) adalah jazam yang tak mufakat pada haq dan tanpa berdasarkan pada dalil. Artinya, tindakan yg salah dan buruk, tp tanpa alasan, melainkan hanya krn ikut kpd yg salah dan buruk. Ini adalah jalur diambil oleh para pengikut buruk, sbg penumpang kendaraan bergerak ke arah salah. . . . Demikian semoga bisa dicerna dan berguna.
|
Sabtu, 01 Januari 2011
KOMITMEN, DISIPLIN, HUKUM DAN SANKSI
| LINGKUP : HUKUM, SOSIAL, MANAJEMEN, BISNIS KOMITMEN, DISIPLIN, HUKUM DAN SANKSI (C) 2001-2011 — Achmad Firwany Komitmen adalah merupakan suatu pemenuhan tindakan atas ketentuan tlh disepakati dan disetujui, jadi jelas ini merupakan hubungan sebab dan akibat (causal and effect; precedence and antecedence). Artinya, hrs terlebih dulu ada patokan atau rujukan utk dipatuhi. Sedangkan disiplin adalah perilaku cara pemenuhan tindakan tsb sesuai dgn aturan tlh ditetapkan. Jadi sblm komitmen dan dispilin tsb diberlakukan, hrs terlbh dulu ada hukum, peraturan, atau ketetapan diberlakukan. Dan dgn ditegakkannya hukum, dgn sendirinya ada sanksi, krn hukum tak mungkin dpt ditegakkan dan memiliki kekuatan tanpa sanksi atas pelanggaran thdp apa yg tlh ditetapkan oleh hukum tsb; dan hukum dgn sanksi setara adalah suatu keadilan (justice). . . . Berkenaan dgn ini, terlepas dari bentuk dan sifat, suatu organisasi formal besar sdh sewajarnya memiliki perangkat aturan hukum dan manajemen utk anggotanya. Krn makin besar organisasi atau makin banyak anggota, makin dibutuhkan cara pengaturan secara stuktural, legal dan manajerial, krn yg diatur adalah manusia, yg cendrung melakukan kealpaan, kekeliruan, pelanggaran, dan bahkan pembangkangan. Bisa dimaklumi bila krn ketaktahuan atau ketaksampaian (tdk tabligh atau baligh), tp dlm kenyataan kebanyankan adalah krn ketakpedulian, spt krn kurangnya rasa memiliki (sense of belonging). Hal serupa juga berlaku untuk suatu negara. Seberapa besar rasa kebangsaan dan kepedulian pemerintah dan masyarakat menjadi ukuran. . . . Semoga berhikmah, berguna dan bisa dicerna. |
KEPEMIMPINAN DAN KETELADANAN
| LINGKUP : HUKUM, SOSIAL, MANAJEMEN, PSIKOLOGI, FILSAFAT, AGAMA KEPEMIMPINAN DAN KETELADANAN (C) 2001-2011 — Achmad Firwany Secara faktual, kita memiliki kendala dlm keteladanan dlm masyarakat kita, krn pd dasarnya menyangkut keteladanan, panutan, atau contoh (precedent, example) ada 4 (empat) kemungkinan perilaku manusia bisa terjadi.
Tentu yg kita semua inginkan adalah keteladan utk butir 1 dan 2, tp dlm kenyataan dlm masyarakat kita, juga hadir oknum utk keteladanan utk butir 3 dan 4. Sebrp baik atau sebrp buruk keadaan suatu masyarakat atau komunitas bisa menjadi ukuran kasar rasio atau perbandingan antara dua kubu diatas. Jadi akan senantiasa tetap dibutuhkan pembentukan karakter manusia melalui pendidikan, pelatihan, pencerahan, penyuluhan, agar kebanyakan org bisa memberikan teladan baik, terutama manusia tipe butir 1, krn dlm kenyataan, tak bisa kita pungkiri bahwa, masyarakat kita saat ini mengalami krisis kepemimpinan (leadership) yg patut jadi contoh atau teladan baik. Dominasi manusia tipe butir 1 dan 2 bisa terjadi dgn sedirinya hanya bila ada kesadaran (conciousness), dan populasinya hanya segelintir, selebihnya dibutuhkan pembentukan melalui proses pengenalan (recognition, mariy'fat), dan bahkan penegakkan atau pemaksaan (enforcement) ketentuan, ketetapan, peraturan, undnag-undang, atau hukum, dan ini jadi satu alasan knp aturan hukum dan manajemen perlu dibuat, dan tentu dengan sanksi setara, shg memiliki kekuatan untuk dipatuhi dan dilaksanakan. Celakanya, makin banyak peraturan dibuat untuk mengantisipasi, menjadi cermin dan ukuran berapa banyak pelanggaran telah dan mungkin akan terjadi dlm suatu masyarakat di masa kini. Suatu organisasi atau negeri yang kaya akan peraturan, menunjukan betapa bobrok mental, moral, dan poerilaku masyarakatnya. . . . Semoga berhikmah, berguna dan bisa dicerna. |
Kamis, 02 Desember 2010
SEBUTAN NILAI BILANGAN
|
SEBUTAN NILAI BILANGAN
PREFIKS NILAI BILANGAN Y = Yotta Z = Zeta E = Exa P = Peta T = Tera G = Giga M = Mega k = kilo h = hecto da = deca d = deci c = centi m = milli u = micro PENERAPAN DALAM UNIT METRIK [ berbasis desimal: 10^n ] 1 Ym = 1.000 Zm 1 Zm = 1.000 Em 1 Em = 1.000 Pm 1 Pm = 1.000 Tm 1 Tm = 1.000 Gm 1 Gm = 1.000 Mm 1 Mm = 1.000 km 1 km = 10 hm = 100 dam = 1.000 m 1 hm = 10 dam = 100 m 1 dam = 10 m 1 m = 10 dm = 100 cm = 1.000 mm = 1.000.000 um 1 dm = 10 cm = 100 mm 1 cm = 10 mm 1 mm = 1.000 um 0 10 100 1.000 ... PENERAPAN DALAM UNIT BYTE [ berbasis biner: 2^n ] 1 YB = 1.024 ZB (ZettaByte) 1 ZB = 1.024 EB (ExaByte) 1 EB = 1.024 PB (PetaByte) 1 PB = 1.024 TB (TeraByte) 1 TB = 1.024 GB (GigaByte) 1 GB = 1.024 MB (MegaByte) 1 MB = 1.024 kB (kiloByte) 1 kB = 1.024 B (Byte) 1 B = 8 BIT (binary digit) 0 1 2 4 8 16 32 64 128 256 512 1.024 ...
|
Rabu, 24 November 2010
RAHASIA DIBALIK OTAK MANUSIA
|
LINGKUP : FISIOLOGI, FISIKA, PSIKOLOGI, PSIKA, MEDIKA, METAFISIKA DAN
PARAPSIKOLOGI RAHASIA DIBALIK OTAK MANUSIA Pada kulit otak saja, Anda bisa menemukan kurang lebih 125 triliun sinaps. Muhammad Chandrataruna Ilustrasi Otak (kotaku.com) VIVAnews - Otak manusia benar-benar mengagumkan. Otak seorang yang normal dan sehat memiliki sekitar 200 miliar sel saraf, yang terhubung satu sama lain melalui ratusan triliun sinaps (penghubung satu neuron dan neuron berikutnya). Sinaps berfungsi spt mikroprosesor, dan 10.000 di antaranya bertugas menghubungkan satu neuron ke sel saraf lainnya. Pada kulit otak saja, Anda bisa menemukan kurang lebih 125 triliun sinaps, jumlah ini setara dgn jumlah yang ada di 1.500 galaksi Bima Sakti. Sangat mengagumkan. Sinaps itu sangat kecil. Diameternya kurang dari seperseribu milimeter. Saking mungilnya, hingga saat ini, blm ada penelitian yang mampu mengetahui secara jelas apa fungsinya dan apa yang mereka lakukan sehari-hari. Jumlahnya berbeda-beda dari waktu ke waktu. Bisa bertambah dan berkurang. Dan, itu masih terus terjadi selama hidup. Mereka adalah peneliti dari Stanford University School of Medicine, yang tlh menghabiskan waktunya bbrp tahun terakhir untuk membuat model rekayasa pencitraan baru ttg otak, yang disebutnya tomografi array (array tomography). Disebut demikian karena model pencitraan kali ini terhubung dgn software baru yang dapat memilah-milah gambar seolah-olah terlihat spt tiga dimensi. Tak cuma itu, gambar hasil pencitraan oleh software tsb juga bisa diputar, ditembus, bahkan dinavigasikan secara bebas. Untuk menguji model mereka, tim tidak langsung mengambil sampel manusia, melainkan tikus. Tikus dipilih karena otaknya secara biologis memiliki neuron lebih besar dan tampak dari kulit otak. Cahayanya kuning-hijau. dgn adanya cahaya ini, peneliti jadi mampu melihat sinaps dgn latar belakang neuron. Pada penelitiannya terhadap manusia, mereka menemukan bahwa otak manusia ternyata jauh lebih kompleks dari apa yang mereka bayangkan sebelumnya, bahkan sampai ke titik di luar dugaan. "Satu sinaps spt sebuah mikroprosesor, lengkap dgn media penyimpanan dan elemen untuk memproses informasi, bukan sekadar tombol on dan off," kata Stephen Smith, profesor fisiologi molekuler dan seluler yang juga punya andil besar pada penelitian tsb. "Satu sinaps bisa menampung 1.000 tombol skala molekuler. Itu baru satu sinaps. Bisa dibayangkan, satu otak manusia memiliki berapa tombol. Bisa melebihi seluruh tombol komputer, router dan koneksi seluruh Internet yang ada di bumi," jelas Smith, yang dikutip VIVAnews dari Cnet, Minggu 21 November 2010. Pada video berdurasi empat menit di bawah ini Anda akan dibawa mengeksplorasi kulit luar otak tikus melalui enam layer dan subkortikal putih ke arah ke striatum dgn sajian 3D ala Stephen Smith cs: LINK : http://firwany.blogspot.com/2010/11/rahasia-dibalik-otak-manusia.html http://facebook.com/notes/medika-genetika-biologi-fisiologi-psikologi/rahasia-dibalik-otak-manusia/193941210617558 http://teknologi.vivanews.com/news/read/189833-rahasia-di-balik-otak-manusia TAG : fisiologi, fisika, psikologi, psika, medika, metafisika, parapsikologi, physiology, physics, psychology, psychics, medics, metaphysics, parapsychology |
Minggu, 10 Oktober 2010
IMUNITAS SIBERNETIK
|
LINGKUP : LOGIKA, SIBERNETIKA, GENETIKA, MEDIKA, AGAMA, SAINS, TEKNOLOGI IMUNITAS SIBERNETIK CYBERNETIC IMMUNITY (C) 1998-2011 — Achmad Firwany IMUNITAS Secara alami, tiap makhluk hidup memiliki kemampuan menolak dan menahan serangan zat asing dr luar tubuh mrk, termasuk utk mengatasi serangan virus, bakteri, kuman atau hama dan semacamnya. Kemampuan ini disebut immunity (imunitas, kekebalan) tubuh. Imunitas hadir secara otomatis sbg dampak unique (keunikan) atau singularity (singularitas, ketunggalan) makhluk. Tak telah dan akan pernah ada satu pun makhluk persis sama dgn makhluk lain, bahkan saudara kembar identik sekali pun, pasti beda, krn kode-genetik dikandung sel tiap mrk beda. Satu tanda dan bukti bahwa Al-Khaliq atau Maha-Pencipta adalah Maha Esa. ANTI-GENI DAN ANTI-BODY Imunitas bekerja dgn cara mengenali diri sendiri dan kebiasaan perilaku tubuh, sedemikian sehingga ia tahu ketika benda asing memasuki tubuh, dan mengenali bahwa benda tsb bukan bagian dr dirinya dan bukan yg biasa keluar-masuk tubuhnya. Jika virus atau benda tak-dikenal mencoba memasuki tubuh, maka eksistensi benda asing ini akan menstimulasi anti-gen. Jika kehadiran anti-gen ini dianggap oleh tubuh dpt membahayakan tubuh, maka tubuh secara otomatis akan membangkitkan perangkat imunitas disebut anti-body (anti-bodi, anti-badan, anti-soma) dan bergerak melakukan rejection (penolakan) dan defense (pertahanan) thdp anti-gen. Alergi pd tubuh adalah satu dampak perlawanan anti-bodi thdp anti-gen. Imunitas memiliki sifat heridity (heriditas, kebakaan) dan diwariskan dr generasi ke generasi, krn anak memiliki sebagian kode-genetik induknya. PEMPROGRAMAN IMUNITAS Cara berpikir otak kita bisa mengatur apa yg diterima dan apa yg ditolak oleh tubuh kita. Penerimaan dan penolakan suatu zat oleh tubuh seorang manusia diatur oleh informasi dan basisdata dalam otak yg dibentuk dari cara berpikir. Kita dpt memprogram otak kita, utk apa saja yg kita inginkan sbg bagian dari tubuh kita, yg sehat dan melindungi, dan mempertahankan dan membangun, dan apa saja yg bukan, yg berbahaya dan mengancam, menyerang dan merusak. Apakah tubuhnya menerima sesuatu yg berasal dari luar tubuh sbg sesuatu yg bisa diterima (acceptable) dan menyehatkan, atau menolaknya sbg sesuatu ancaman (thread) yg bisa membahayakan kesehatan. Hal ini memungkinkan manusia utk memilih makanan dan minuman apa saja, dan tetap hidup sehat, walau seandainya apa yg ia masukkan kedalamn tubuhnya adalah racun yg bisa mematikan. Lbh lanjut ttg ini akan dibahas dan dikupas dlm artikel tersendiri. IMUNITAS TUBUH MANUSIA VS IMUNITAS KOMPUTER Dgn mencontoh perilaku imunitas tubuh manusia, kita bisa membangun digital cybernetic immunity (imunitas sibernetik angkani) utk sistem komputer. Tiap komputer adalah unik, telebih di internet, krn masing-masing memiliki IP/N (internet protocol number, nomor protokol antarjaring) unik, baik IP statik yg senantiasa tersambung maupun IP dinamik yg hanya kadang-kadang tersambung ke internet. Tanpa IP/N unik, tak mungkin komputer dpt saling berhubungan dan berkomunikasi. Kasusnya serupa dgn nomor telepon, PIN, mobil, SIM, KTP, dll, termasuk S/N (serial number) utk program komputer, yakni sbg ID (identification, idetifikasi, pencirian). DIGITAL CYBERNETIC IMMUNITY | KEKEBALAN SIBERNETIK ANGKANI Imunitas sibernetik PC dpt dibangun dlm banyak cara. Pd intinya, O/S harus dpt mengenali mana bagian dirinya dan yg biasa keluar-masuk sistem, dan mana yg bukan. O/S Microsoft Windows membangun imunitas sibernetik digital, dgn tiga komponen dasar sbb.
|
Rabu, 01 September 2010
MEMBILANG ALA HOK-KIAN | FUJIAN
MEMBILANG ALA HOK-KIAN | FUJIAN
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
FINE ART ™ FIRWANY INTERNETWORK ENTERPRISE — ARTICLES ON REFORM AND TRANSFORM adalah marka-niaga, identitas produk dan properti Achmad Firwany BLOG : http://blog.firwany.co.cc http://firwany.blogspot.com FACEBOOK : http://fb.firwany.co.cc http://facebook.com/people/Achmad-Firwany/100000427899819 LINK : http://firwany.blogspot.com/2010/09/membilang-ala-hok-kian-fujian.html http://facebook.com/notes/logat-dan-bahasa/membilang-ala-hok-kian-fujian/163775543670151 TAG: kosakata, bahasa, linguistika, vocabulary, language, linguistics |
Selasa, 10 Agustus 2010
KATA SERUPA TAPI TAK SAMA
KATA SERUPA TAPI TAK SAMA
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Senin, 02 Agustus 2010
REDUNDANSI, EFIKASI, EFISIENSI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
|
REDUNDANSI, EFIKASI, EFISIENSI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DAN DAMPAKNYA DALAM KEUANGAN (C) 1996-2011 — Achmad Firwany REDUNDANSI = PEMBOROSAN = KERUGIAN Secara umum, keterbuangan ruang, waktu, materi, energi dalam suatu sistem teknologi, dinyatakan sebagai sesuatu "tajuk-lebih" (over-head), yang dalam istilah teknis, disebut sebagai redundansi (redundancy) atau pemborosan, yang dalam bahasa umum, dikenal sebagai sesuatu yang "diluar-perkiraan" atau "tak-terduga", dan dengan sendirinya melibatkan apa yang disebut sebagai "biaya tajuk-lebih" (over-head cost), atau dalam bahasa awam, "biaya tak-terduga". Redundansi atau pemboroson atau tajuk-lebih, dengan kata lain, bisa dianggap atau dikatakan sebagai "kehilangan" atau "kerugian" (losses), yang semestinya tak perlu terjadi, tapi karena satu dan lain hal tak bisa dihindari, dan hanya dalam beberapa hal tertentu dan spesifik saja bisa ditiadakan atau diminimasi dengan beberapa konsekuensi resiko. Dalam pengertian teknik, redundansi atau pemborosan, adalah ukuran kuantitas terbuang atau tak-digunakan (unused quantity) atau kuantitas tajuk-lebih (over-head quantity) sesuatu dalam masukan (input) dan atau keluaran (output), yang merupakan beda atau selisih antara kuantitas total (total quantity) dan kuantitas digunakan (used quantity), atau antara kuantitas aktual (actual quantity) dan kuantitas efektiv (effective quantity) yang disebut efikasi (efficacy), dalam satuan (unit) sama, yang dinyatakan dalam persentasi (%), yang bila dirumuskan dalam formula matematik adalah sbb.
Jadi makin besar kuantitas efektiv, makin tak redundan suatu sistem, dan
sebaliknya. Dengan demikian, redundansi atau pemborosan bisa diperkecil atau
ditekankan dalam dua cara, yaitu memperbesar kuantitas efektiv pada kuantitas
aktual tetap, atau kebalikannya, memperbesar kuantitas aktual pada kuantitas
efektiv tetap.
Istilah ini sering disebut sebagai keefektivan (effectivness) atau
efektivitas (effectivity) yang merupakan istilah teknis, karena dalam bahasa
Inggris standard, "effectivity" ini tak ada, tapi "effectiveness". Tapi untuk
orang Indonesia, istilah "efektivitas" atau "kedayagunaan" atau "dayaguna" saja
lebih dikenal atau diterima ketimbang istilah "efikasi". Kerap kali untuk ini
digunakan juga istilah "kefaedahan" atau "kemanfaatan" atau "manfaat" (benefit)
saja.
Jadi jika kuantitas output efektiv samadengan kuantitas input, maka efisiensi
100%. Sedangkan, jika kuantitas output efektiv lebih-kecil daripada kuantitas
input, maka efisiensi dibawah 100%. Sebaliknya, jika kuantitas output efektiv
lebih-besar daripada kuantitas input, maka efisiensi diatas 100%.
sehingga
Didalam alam, pada beberapa tatanan tertutup (closed system) tertentu, yang
merupakan tatanan pengubahan tenaga atau sistem konversi energi (energy
coversion system), ternyata efisiensi tak bisa mencapai lebih 100%, bahkan tak
bisa mencapai 100%, tapi hanya antara 70% s/d 90%.
Alasan penulisan kata dalam bentuk lengkap hanyalah kelengkapan itu sendiri,
untuk penjelasan batasan atau defenisi, uraian, ulasan, kupasan, bahasan, plus
"aestetika", lain tidak. Memang dalam beberapa hal tertentu efisiensi ini
dilanggar untuk kepentingan informasi dan komunikasi itu sendiri, tapi ini
sifatnya tertentu dan terbatas.
dan masih banyak lagi, tapi untuk sementara ini dulu, untuk lainnya silahkan
cari sendiri.
Jika kita perhatikan perbandingan contoh kata-kata untuk tiga bahasa diatas,
maka tampak bahwa bahasa-bahasa dalam rumpun Semitik lebih rumit daripada yang
dari rumpun Arya [Latin, Spanyol, Jerman, Belanda, Perancis, Inggris, dll], dan
yang dari rumpun Melayu [Malaysia, Indonesia, Brunei, dll] adalah yang paling
sederhana.
CARA PERTAMA
Menurut hemat saya, cara lama ini jauh lebih hemat daripada cara baru
digunakan sekarang yang menggunakan perulangan, dimana cara lama, efisiensinya
setara dengan cara pembentukan plural regular dalam bahasa Inggris, yang hanya
ditambah "s" atau "es", kecuali beberapa kata tertentu yang mengalami perubahan
konsonan, seperti "wife" menjadi "wives".
dimana,
Dengan demikian, pemborosan huruf pada cara baru adalah sebesar "n" sampai "n
x 2". Sehingga makin banyak kata jamak dalam suatu tulisan berbahasa Indonesia,
makin boros penulisan, makin menyita waktu dan tenaga, dan makin mahal biaya
operasi, transmisi dan resepsi, dan menyita banyak jalur komuikasi. Berikut
adalah contoh perbandingan dua cara tersebut.
CARA KEDUA
Satu kelemahan penggunaan kata "para" ini adalah bahwa ia mengadung arti
"lebih" ketimbang "banyak", sehingga penggunaannya terbatas atau tak dapat
digunakan untuk semua kata, seperti misalnya "para kitab" atau"para buku". CARA KETIGA
Jika suatu kata dimulai oleh huruf hidup (vowel), maka berlaku konvensi
seperti contoh berikut.
Bandingkan cara hemat ini dengan cara lama diatas, bedanya hanya satu sampai
tiga huruf saja.
Berdasarkan pada perhitungan banyak huruf, jelas bahwa cara baru ternyata
jauh lebih boros daripada cara lama atau cara hemat telah dikemukakan diatas.
Dan cara lama atau cara hemat samasekali tak mengubah arti atau membuat kata
kehilangan arti, atau dengan kata lain, kata tersebut tetap informativ.
Berdasarkan pada uraian dan penjelasan saya diatas, saya menghimbau semua
orang untuk menerapkan cara hemat tersebut dalam informasi dan komunikasi, dan
tak perlu menunggu keputusan pemerintah RI. Cepat atau lambat, jika dibiasakan.
maka akan menjadi hal biasa. Peran media masa, baik cetak maupun elektronik,
akan sangat membantu mensosialisasikan hal ini.
atau pada:
Jika huruf pertamanya bukan huruf-mati (konsonan), terjadi perulangan
huruf-hidup (vowel), seperti pada:
Penyisipan ini juga bisa digunakan untuk menyatakan bentuk jamak, banyak dan
berulang-kali (repetitive), seperti "s", "es", "ies" atau "oes" dalam bahasa
Inggris:
Bisa juga berarti agak, sering dan berulang-kali:
Bisa juga berarti saling (mutual) dan berulang-kali.
Bisa juga berarti "bak", "tampak seperti" (seem-like, look-like):
Tapi tahukah anda bahwa dalam bahasa Banjar, tak ada kata-ganti untuk
orang-ketiga jamak [mereka], kecuali "bubuhan": bubuhan-nya, bubuhan subarang,
bubuhan taluk, bubuhan sungai . . ., bubuhan . . ., dll., dimana bubuhan
bererati mereka atau kelompok orang. Menyebut semua atau seluruh: samuaan,
samunyaan atau sabarataan. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
BIBLIOGRAFI
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
(C) 1996-2011 — Achmad Firwany HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia. Tak sebagian pun dari dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedalam bentuk bahasa apapun atau disimpan dalam satu sistem retrieval apapun; dalam bentuk apapun atau dalam cara apapun, mencakup tapi tak terbatas pada cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; untuk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dari pemilik hak atas karya intelektual ini. Tiap kutipan atas artikel ini harap mencantum dengan jelas sumber tulisan. FINE ART ™ FIRWANY INTERNETWORK ENTERPRISE — ARTICLES ON REFORM AND TRANSFORM adalah marka-niaga, identitas produk dan properti Achmad Firwany BLOG : http://blog.firwany.co.cc http://firwany.blogspot.com FACEBOOK : http://fb.firwany.co.cc http://facebook.com/people/Achmad-Firwany/100000427899819 LINK : http://firwany.blogspot.com/2010/08/redundansi-efikasi-efisiensi-informasi.html http://facebook.com/notes/logat-dan-bahasa/redundansi-efikasi-efisiensi-informasi-dan-komunikasi/163772887003750 TAG : informatika, telematika, teknologi informasi, teknologi komunikasi, kosakata, bahasa, linguistika, informatics, telematics, information technology, communication technology, vocabulary, language, linguistics |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||